Studies of Indonesian politics have long focused upon the military and the bureaucracy because it is within these institutions that formal power is located, not the parties, unions, chambers of commerce or corporations. However, such an approach can neglect the powerful influences exerted upon the state by social and economic forces. This important and controversial new book examines the way in…
Jawa telah menjadi pusat kekuatan politik dan budaya di Nusantara sejak zaman Hindu-Buddha. Salah satu pusatnya adalah Surakarta, wilayah di mana pernah berdiri dua kekuatan politik: Kesunanan dan Mangkunegaran. Dalam cara mengelola pemerintahan dan pengembangan kebudayaan, Mangkunegaran lebih modern, dalam arti lebih banyak mendapat pengaruh Barat, terutama Belanda. Karakter ini dipilih Mangku…
Ada banyak alasan untuk tertarik pada kota Solo tahun-tahun 1900-1915, antara lain, dua pemerintahan (Kasunanan dan Mangkunegaran) mempunyai karakteristik yang berbeda. Sepertinya keduanya merupakan pendahulu dari Orde Lama yang suka simbol (mercusuar, nation building) dan Orde Baru yang pragmatis (pembangunan ekonomi). Pemerintahan Kasunanan mementingkan simbol, pemerintahan Mangkunegara memen…
Materi buku ini bertumpu pada dua bahasan mendasar dalam ilmu sejarah, yakni (a) hakikat ilmu sejarah dan (b) cara memahami jenis-jenis penjelasan sejarah. Kuntowijoyo menegaskan bahwa ilmu sejarah tidak lain merupakan serangkaian upaya untuk menafsirkan, memahami dan mengerti (hermeneutics dan verstehen), dan karenanya ilmu sejarah merupakan ilmu yang mandiri, dalam arti memiliki filsafat ilmu…
Buku ini merupakan kumpulan tulisan—terdiri dari delapan tulisan dari tujuh penulis, dibagi menjadi tiga bagian. Pertama, “konseptualisasi” terdiri dari tiga tulisan. Pada bagian ini diuraikan mengenai pengertian-pengertian, konsep-konsep sejarah sosial dan model penulisan—metodologis—dari sejarah sosial. Kedua, “historiografi”, terdiri dari empat tulisan. Bagian kedua ini ingin m…
Mengisahkan tiga puluh orang Indonesia yang datang ke New York City dengan cita-cita dan latar belakang yang berbeda. Ada Soleman dari Madura, Sukiman dari Yogyakarta, Tengku Syakir dari Aceh. Tema novel ini adalah pekerjaan, keluarga, dan geger budaya.
Lewat karyanya ini, Kuntowijoyo mencoba menggambarkan alam pikir bangsa ini; mulai dari tingkat paling bawah hingga birokrasi di tingkat paling atas. Sebuah alam pikir irasional, sesuatu yang khas sekaligus menjadi persoalan besar bangsa yang bernama Indonesia!
Novel ini menceritakan proses pewarisan nilai-nilai Jawa dan perubahan sosial di sebuah kota kecamatan. Benturan tokoh-tokohnya yang mewakili kelas priyayi agraris, wong cilik, birokrat dan pedagang kapitalis dikisahkan dengan segar dan jenaka. Di antara mereka, siapa yang akhirnya dianggap mampu memimpin?
Dalam setting budaya Jawa berikut warna Islam yang selalu mewarnai karya Kuntowijoyo, tokoh Abu Kasan Sapari tumbuh dalam suatu proses dialektika dengan zamannya ketika Bumi Gonjang-ganjing, Langit Megap-megap. Sebagai pegawai di sebuah kecamatan di kaki Gunung Lawu, Jawa Tengah, Abu berkesempatan tampil sebagai saksi sejarah menjelang tumbangnya kejayaan sebuah orde yang kemaruk: Order Baru! S…
Kumpulan 15 cerita pendek (cerpen) Kuntowijoyo, salah seorang sastrawan Indonesia paling menonjol dari masa akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21. Bukan sekadar rangkuman karya, tapi sebuah antologi mahakarya, masterpieces, yang beberapa di antaranya sempat dimahkotai penghargaan sastra dari dalam dan luar negeri. Seperti yang juga bisa ditemukan dalam novel-novelnya, salah satu kekhasan seka…