Untuk apa pulang ke Indonesia? Pertanyaan ini melintas datang dan pergi di benak Lintang, Banjar, Wicak, Daus, dan Geri, lima mahasiswa Indonesia yang mengejar gelar S-2 di Belanda. Dalam perjalanan menemukan jawaban dari pertanyaan itu, mereka menjalani susah senangnya menjadi mahasiswa rantau di Eropa. Mulai dari kurang tidur karena begadang demi paper, kurang tenaga karena setiap hari mesti …
Indonesia dan Korea Selatan terus menjalin hubungan bilateral yang erat. Kedua negara saling mengisi, khususnya di bidang perdagangan dan investasi. Hubungan juga terjalin melalui lalu lintas manusia antarnegara, yang terjadi karena: adanya kebutuhan tenaga kerja, perkawinan antarbangsa, serta adanya kegiatan penanaman modal asing. Dengan demikian tingkat hubungan kerja sama diplomatik pun berk…
Tahukan Anda, gara-gara kemeja Arrow Bung Karno pernah bertengkar dengan Sutan Sjahrir? Sebagian besar dari kita mungkin juga tak tahu, Bung Hatta yang dikenal teguh memegang prinsip ternyata pernah tersangkut kasus makar Sawito. Siapa pula yang menyangka, jauh sebelum popular seperti sekarang, sistem homeschooling sudah diterapkan Haji Agus Salim yang di zaman perjuangan kemerdekaan memutuskan…
Blitar, 1945. Pada bulan Februari tahun itu sesuatu yang luar biasa terjadi di sana: para sukarelawan Pembela Tanah Air (PETA) melakukan pemberontakan berdarah. Mereka melancarkan serangan militer terhadap tentara Dai Nippon. Korban berjatuhan di kedua belah pihak. Tetapi pemberontakan gagal. Meskipun demikian pemberontakan yang dipimpin oleh Shodancho Supriyadi yang gagah berani itu telah menj…
Riwayat hidup dan cinta Heldy Djafar, perempuan terakhir yang dinikahi Bung Karno di penghujung masa kekuasaannya. Siapa sesungguhnya Heldy yang kemudian juga memiliki hubungan dengan Keluarga Cendana? Buku ini menarik karena berisi kisah cinta seorang perempuan belia dengan orang besar" yang lebih layak menjadi ayahnya. Percintaan terjadi dalam pusaran sejarah di senjakala sebuah orde yang …
Mengupas sejarah Bank Indonesia sebagai bank sentral di Indonesia sejak 1828, saat masih berstatus sebagai bank sirkulasi milik pemerintah kolonial Belanda dengan nama De Javasche Bank, yang kemudian dinasionalisasi dan diubah dengan nama Bank Indonesia. Buku ini berisi penggalan kisah dan sejarah Bank Indonesia pada tiga periode waktu yang berbeda: bank sentral pada periode Hindia Belanda; …
Mengapa konflik di Suriah—yang diawali oleh keisengan anak-anak sekolah—dapat berkembang dahsyat hingga kini? Kata akhir perang" tampaknya masih jauh dari kenyataan. Bahkan, terbuka kemungkinan konflik bakal meluas, melibatkan negara-negara dari luar kawasan Timur Tengah. Konflik Suriah tak meletup tiba-tiba. Buku ini mengajak pembaca meneropong jauh ke belakang dan menemukan akar-akar p…
Sebagai bekas wilayah jajahan Hindia-Belanda, sesungguhnya Indonesia disatukan oleh ekspansi dan operasi militer kolonial Belanda. Sejak awal, kekuatan militer yang menjadi tulang punggung penaklukan dan penyatuan wilayah Hindia-Belanda—yang kini menjadi Indonesia Modern—adalah tentara Eropa dari berbagai kebangsaan. Tetapi, jangan dilupakan, meski menjadi kawula jajahan, para prajurit Nusa…
CATATAN tentang kehidupan budaya, agama, dan politik di Indonesia sebagaimana yang dilihat lewat kacamata Stanley Harsha, seorang mantan diplomat Amerika Serikat yang terlibat “love affair” dengan Indonesia selama hampir 30 tahun. Menunjukkan keluasan wawasan penulis soal budaya Nusantara yang beragam, termasuk wawasan tentang etika dan adat perkawinan Jawa yang ia dapat dari calon mertua. …
Selama dua abad bangsa-bangsa Asia hanya menjadi penonton sejarah dunia. Mereka berusaha bertahan dari gelombang perdagangan, pemikiran, dan kekuatan Barat yang melanda dunia. Zaman itu sudah berlalu. Asia sudah kembali ke atas panggung utama. Apakah Barat akan menolak kebangkitan Asia? Skenario penolakan akan melahirkan bencana. Asia ingin meniru, bukan mendominasi Barat. Namun, Barat perlu…