Buku pegangan dalam bidang filsafat sejarah untuk mahasiswa jurusan sejarah masih amat langka. Buku-buku pedoman klasik seperti karangan Walsh atau Dray sudah kadaluwarsa dan kurang aktual. Kurang memperlihatkan struktur perdebatan yang kait-mengkait sekitar persoalan-persoalan yang diperhatikan filsafat sejarah. Berlainan dengan buku ini, karya Dr. Ankersmit tentang persoalan filsafat sejar…
Filsafat sejarah merupakan jantung filsafat Hegel. Dalam buku yang sangat berpengaruh ini, Hegel tidak menulis sejarah, tetapi menulis filsafat. Jika sejarah membicarakan apa yang telah terjadi (masa lampau), atau dalam perkembangannya yang maju membahas apa yang akan terjadi (masa depan), maka sejarah dalam kerangka filsafat membicarakan apa yang ada, yang memiliki efisiensi abadi-yakni rasio.
Tulisan-tulisan dalam bunga rampai ini dipilih dari 'Perceptions of the Past in Southeast Asia', sebuah bunga rampai yang, seperti dikatakan oleh penyuntingnya, dimaksudkan sebagai sumbangan terhadap sejarah intelektual dan historiografi Asia Tenggara. Delapan karangan pilihan kita ini khusus bersangkut-paut dengan Indonesia: dua ditulis oleh ahli bangsa Indonesia, sisanya oleh ahli asing. M…
Buku yang menyajikan gambaran singkat perjalanan hidup Wakil Presiden RI pertama Mohammad Hatta. Dr. Deliar Noer, penulisnya, menguraikannya dari berbagai sisi: kedudukannya dalam keluarga di Sumatera Barat, hubungannya dengan berbagai kalangan saat belajar di negeri Belanda (1921-1932), hingga perjuangannya di dalam dan di luar negeri untuk menggapai kemerdekaan Indonesia. Deliar Noor, paka…
JIKA masih hidup, dan diminta melukiskan situasi sekarang, Mohammad Hatta hanya perlu mencetak ulang tulisannya yang terbit pada 1962: “Pembangunan tak berjalan sebagaimana semestinya.... Perkembangan demokrasi pun telantar karena percekcokan politik senantiasa. Pelaksanaan otonomi daerah terlalu lamban sehingga memicu pergolakan daerah”. Demokrasi dapat berjalan baik, menurut Hatta, jik…
Buku ini menjawab banyak pertanyaan tentang Bung Hatta sebagai pribadi, politisi, maupun negarawan. Meski sejak muda anti-Belanda, kenapa akhirnya ia memilih melanjutkan belajar di negeri penjajah? Kenapa ia tak bergabung dengan Tan Malaka, aktivis pergerakan kemerdekaan lain yang ia kenal di sana? Bagaimana ia memandang peristiwa penculikan dwitunggal Sukarno-Hatta oleh para pemuda, sehari seb…
Buku ini menjawab banyak pertanyaan tentang Bung Hatta sebagai pribadi, politisi, maupun negarawan. Meski sejak muda anti-Belanda, kenapa akhirnya ia memilih melanjutkan belajar di negeri penjajah? Kenapa ia tak bergabung dengan Tan Malaka, aktivis pergerakan kemerdekaan lain yang ia kenal di sana? Bagaimana ia memandang peristiwa penculikan dwitunggal Sukarno-Hatta oleh para pemuda, sehari seb…
Buku ini menjawab banyak pertanyaan tentang Bung Hatta sebagai pribadi, politisi, maupun negarawan. Meski sejak muda anti-Belanda, kenapa akhirnya ia memilih melanjutkan belajar di negeri penjajah? Kenapa ia tak bergabung dengan Tan Malaka, aktivis pergerakan kemerdekaan lain yang ia kenal di sana? Bagaimana ia memandang peristiwa penculikan dwitunggal Sukarno-Hatta oleh para pemuda, sehari seb…
Dalam lebih dari dua dasawarsa (1808-1830) tatanan lama Jawa dihancurkan dan sebuah pemerintahan kolonial baru didirikan--suatu peristiwa yang mendorong kekuatan identitas kembar, Islam dan kebangsaan Jawa, ke dalam suatu perseteruan sengit dengan gelombang imperialisme yang dibawa oleh gubernemen Hindia Belanda.. Dikenal sebagai Perang Jawa (1825-1830), perseteruan itu berakhir dengan kekalaha…
Dalam lebih dari dua dasawarsa (1808-1830) tatanan lama Jawa dihancurkan dan sebuah pemerintahan kolonial baru didirikan--suatu peristiwa yang mendorong kekuatan identitas kembar, Islam dan kebangsaan Jawa, ke dalam suatu perseteruan sengit dengan gelombang imperialisme yang dibawa oleh gubernemen Hindia Belanda.. Dikenal sebagai Perang Jawa (1825-1830), perseteruan itu berakhir dengan kekalaha…