Buku klasik ini mengupas kedudukan raja dan seni mengelola kekuasaan di Jawa masa lampau, mulai dari segi magis-religius, struktur kekuasaan, hingga pembiayaan negara. Dapat dibaca, raja Jawa memiliki kekuasaan tak terbatas, namun ia dituntut berlaku adil, bijaksana, dermawan, dan mampu menjaga ketenteraman negara. Dapat dibaca pula, struktur kekuasaan di Jawa sangat rentan pemberontakan sehing…
Masa lalu seakan-akan terputus dari kekinian dan tidak visioner, ketika sejarawan melakukan kerja intelektual dan kreativitasnya. Akibatnya, persoalan metodologi sering menjadi sorotan dari ketidakmampuan ilmu sejarah. Bahkan secara ekstrem ada yang berpendapat bahwa sejarah sebagai ilmu hanya memiliki metode dan filsafat namun tidak memiliki metodologi dan teori. Sementara itu para sejarawan h…
Pertengahan abad XIX adalah periode ketika eksploitasi kolonial menampakkan bentuknya yang paling eksplisit di Indonesia. Dua daerah semi-otonom, yakni Kesunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta, pun berada dalam cengkeraman kolonialisme tersebut. Secara terperinci, Houben menguraikan ekspansi, eksploitasi, dan intervensi Pemerintah Kolonial terhadap kedua wilayah itu. Tentang masa itu, Houb…
Penjajahan di Indonesia meninggalkan jejak panjang dan penuh kekerasan. Masa antara kedatangan Marsekal Daendels dan akhir Perang awa, yaitu antara 1808 dan 1830, adalah masa yang penuh dengan darah. Peralihan kekuasaan yang singkat dari rezim Prancis-Belanda Daendels (188-11) ke pemerintahan Inggris di bawah Raffles (1811-16) dan pasca-1816 ketika pemerintahan jajahan Belanda kembali menguasai…
Masa pendudukan Inggris yang singkat di Jawa (1811-1816) di akhir Perang Napoleon merupakan titik penting dalam sejarah modern Indonesia. Untuk pertama kali, Pemerintah Kolonia! mempunyai cukup aset militer untuk menaklukkan raja-raja pribumi yang sebelumnya meraih daulat yang signifikan. Kekuasaan Eropa yang mutlak ini pun didukung oleh politik kolonial baru berupa pajak tanah (land-rent), huk…
Adrian B. Lapian, sejarawan kelahiran 1 September 1929 di Tegal, Jawa Tengah, lincah dalam pelbagai tema kajian sejarah, tapi terutama sohor sebagai ahli sejarah maritim yang dengan karyanya "Orang Laut-Bajak Laut-Raja Laut: Sejarah Kawasan Laut Sulawesi Abad XIX" dianggap telah membuka lembaran baru penulisan sejarah maritim dan sejarah kawasan di Indonesia. Merayakan usia ke-80 sahabat dan…
Bahwa bangsa dan negara tidak hanya ada, tetapi juga mengambil wujud dalam ruang-ruang kota, merupakan hal yang jelas tapi sering terlupakan. Buku ini memperlihatkan bagaimana isi, bentuk dan ruang kota membentuk politik kebudayaan, identitas, dan memori kolektif, serta mengajak kita untuk berpikir secara kritis dan reflektif apa yang terjadi dengan kehidupan kota Jakarta di zaman pasca-Suharto…
"Empire of Reason: Exact Sciences in Indonesia, 1840-1940" by Lewis Pyenson delves into the development of scientific research in the Dutch East Indies during the 19th and early 20th centuries. The book explores how scientific endeavors were influenced by the imperialist and colonial ideologies of the time. Pyenson examines the relationship between scientific projects in the colonies and the in…
This volume deals with the sultanate of Banten from the outbreak of the rebellion of 1750-52 to the launching of the Cultivation System in 1830. After the suppression of the rebellion by the Dutch East India Company (VOC), local society showed considerable vitality. The introduction by the VOC of forced exploitation of the pepper cultivation did not lead to a significant increase in production,…
Perjalanan panjang Indonesia sejak masuknya Islam hingga kini merupakan sebuah unit historis terpadu, yang dalam buku ini disebut era Indonesia Modern. M. C. Ricklefs menyuguhkan sejarah era itu secara mendasar dan sekaligus terperinci. Terdapat tiga unsur fundamental yang menjadi perekat bagi periode historis itu. Pertama, unsur kebudayaan dan keberagaman: islamisasi Indonesia yang dimulai…