Buku ini menelusuri sejarah kelam sistem tanam paksa kopi di wilayah Priangan pada era kolonial Belanda (1720-1870), dan membongkar bagaimana bentuk eksploitasi keras diterapkan untuk mengubah daerah terpencil menjadi pemasok utama komoditas perkebunan di pasar dunia. Sejarawan cum sosiolog Jan Breman memaparkan bahwa pemerintah kolonial Hindia-Belanda menerapkan pola “kerja paksa yang did…
Dorongan untuk melakukan ekspansi ke luar wilayah Eropa telah lama dipandang membawa peradaban ke tempat yang kurang beradab. Doktrin superioritas kulit putih versus inferioritas pribumi berbarengan dengan eksploitasi yang melampaui batas terhadap tenaga kerja lokal. Di bawah pemerintah kolonial, ideologi yang dikenal sebagai neoliberalisme mendapat kebebasan untuk menjadikan buruh tunduk pada …
“Munculnya Elite Modern Indonesia” memaparkan dan membahas pertumbuhan Indonesia pada masa dua puluh lima tahun pertama abad ini, baik masyarakatnya, akselerasi, perubahan sosial, politik dan pembaharuannya, serta makin mantapnya peranan kaum pergerakan menuju cita-cita kemerdekaan. Pengarangnya menafsirkan, bahwa perubahan pola-pola kepemimpinan di dalam masyarakat pada perempat pertama…
Pendirian Batavia sebagai markas besar Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) di Asia pada 30 Mei 1619 turut memengaruhi wilayah di sekitarnya. Ketika Batavia berkembang menjadi salah satu pusat perdagangan terbesar, kota ini membutuhkan wilayah pedalaman (Ommelanden) untuk memenuhi keperluan warganya dengan beragam jenis tanaman pangan, bahan bangunan, dan sumber daya manusia. Setelah meng…
‘Dunia Revolusi meneroka periode revolusi Indonesia (1945-1949) dari perspektif regional. Sebanyak tujuh belas naskah hasil penelitian sejarawan Indonesia dan Belanda menjadi kontribusi dalam mengungkapkan kompleksitas realitas yang terjadi serta keragaman perspektif dari periode revolusi Indonesia. Para peneliti menjelaskan secara sistematis bagaimana penduduk sipil Indonesia (Bumiputra), Ti…
Pada tahun 1945, di bawah semboyan ‘Merdeka!’, Republik Indonesia terlibat dalam perang kemerdekaan yang ujung akhirnya tak bisa diramalkan. Harry Poeze dan Henk Schulte Nordholt menceritakan kisah baru tentang revolusi yang terutama membahas selain perjuangan melawan Belanda juga kebangkitan Republik yang tak pasti. Setelah mengalami kekejaman pada masa pendudukan Jepang, para pemimpin …
Aksi kekerasan yang insidental atau tindak kekerasan ekstrem non struktural? Sejak 1969, Pemerintah Belanda berpendirian bahwa angkatan bersenjata di bawah Komandan Tentara Spoor secara keseluruhan telah bertindak secara tepat selama perang kemerdekaan Indonesia (1945-1949). Ekses-ekses insidental terjadi hanya sewaktu-waktu di beberapa unit khusus yang kecil, seperti dinas-dinas intelijen dan …
Franz Wilhelm Junghuhn (1809-1864) adalah salah satu ilmuwan terbesar yang pernah meneliti Pulau Jawa. Tak seperti namanya yang begitu harum, buku-bukunya tak dikenal masyarakat Indonesia, terutama karena buku-buku ini hanya tersedia dalam bahasa Jerman dan Belanda. Buku Cahaya dan Bayang-Bayang dari Jawa adalah buku Junghuhn pertama yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Buku ini adalah buku …
Penjajahan di Indonesia meninggalkan jejak panjang dan penuh kekerasan. Masa antara kedatangan Marsekal Daendels dan akhir Perang awa, yaitu antara 1808 dan 1830, adalah masa yang penuh dengan darah. Peralihan kekuasaan yang singkat dari rezim Prancis-Belanda Daendels (188-11) ke pemerintahan Inggris di bawah Raffles (1811-16) dan pasca-1816 ketika pemerintahan jajahan Belanda kembali menguasai…
Masa pendudukan Inggris yang singkat di Jawa (1811-1816) di akhir Perang Napoleon merupakan titik penting dalam sejarah modern Indonesia. Untuk pertama kali, Pemerintah Kolonia! mempunyai cukup aset militer untuk menaklukkan raja-raja pribumi yang sebelumnya meraih daulat yang signifikan. Kekuasaan Eropa yang mutlak ini pun didukung oleh politik kolonial baru berupa pajak tanah (land-rent), huk…