Dorongan untuk melakukan ekspansi ke luar wilayah Eropa telah lama dipandang membawa peradaban ke tempat yang kurang beradab. Doktrin superioritas kulit putih versus inferioritas pribumi berbarengan dengan eksploitasi yang melampaui batas terhadap tenaga kerja lokal. Di bawah pemerintah kolonial, ideologi yang dikenal sebagai neoliberalisme mendapat kebebasan untuk menjadikan buruh tunduk pada …
“Munculnya Elite Modern Indonesia” memaparkan dan membahas pertumbuhan Indonesia pada masa dua puluh lima tahun pertama abad ini, baik masyarakatnya, akselerasi, perubahan sosial, politik dan pembaharuannya, serta makin mantapnya peranan kaum pergerakan menuju cita-cita kemerdekaan. Pengarangnya menafsirkan, bahwa perubahan pola-pola kepemimpinan di dalam masyarakat pada perempat pertama…
Persebaran makanan nasional ke mancanegara tidak dapat dipisahkan dan peran para diaspora sebuah bangsa. Diaspora bangsa-bangsa Asia seperti Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan, dan Thailand di berbagai negara dalam perjalanan sejarahnya turut meninggalkan jejak-jejak makanan nasional mereka melalaui jaringan mereka di luar negeri. Bagaimana dengan sejarah awal diaspora Indonesia yang ber…
Pendirian Batavia sebagai markas besar Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) di Asia pada 30 Mei 1619 turut memengaruhi wilayah di sekitarnya. Ketika Batavia berkembang menjadi salah satu pusat perdagangan terbesar, kota ini membutuhkan wilayah pedalaman (Ommelanden) untuk memenuhi keperluan warganya dengan beragam jenis tanaman pangan, bahan bangunan, dan sumber daya manusia. Setelah meng…
Pada 17 Agustus 1945, dua hari setelah Jepang menyerah, Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Belanda menolak mengakui proklamasi kemerdekaan tersebut dan segera beralih menggunakan kekuatan militer guna mengambil kendali proses dekolonisasi yang tak terelakkan. Alhasil, pecahlah perang yang sengit, disertai negosiasi pelik, yang berlangsung selama empat tahun penuh. Pada tahun 2005, pe…
‘Dunia Revolusi meneroka periode revolusi Indonesia (1945-1949) dari perspektif regional. Sebanyak tujuh belas naskah hasil penelitian sejarawan Indonesia dan Belanda menjadi kontribusi dalam mengungkapkan kompleksitas realitas yang terjadi serta keragaman perspektif dari periode revolusi Indonesia. Para peneliti menjelaskan secara sistematis bagaimana penduduk sipil Indonesia (Bumiputra), Ti…
Pada tahun 1945, di bawah semboyan ‘Merdeka!’, Republik Indonesia terlibat dalam perang kemerdekaan yang ujung akhirnya tak bisa diramalkan. Harry Poeze dan Henk Schulte Nordholt menceritakan kisah baru tentang revolusi yang terutama membahas selain perjuangan melawan Belanda juga kebangkitan Republik yang tak pasti. Setelah mengalami kekejaman pada masa pendudukan Jepang, para pemimpin …
Aksi kekerasan yang insidental atau tindak kekerasan ekstrem non struktural? Sejak 1969, Pemerintah Belanda berpendirian bahwa angkatan bersenjata di bawah Komandan Tentara Spoor secara keseluruhan telah bertindak secara tepat selama perang kemerdekaan Indonesia (1945-1949). Ekses-ekses insidental terjadi hanya sewaktu-waktu di beberapa unit khusus yang kecil, seperti dinas-dinas intelijen dan …
Buku klasik ini mengupas kedudukan raja dan seni mengelola kekuasaan di Jawa masa lampau, mulai dari segi magis-religius, struktur kekuasaan, hingga pembiayaan negara. Dapat dibaca, raja Jawa memiliki kekuasaan tak terbatas, namun ia dituntut berlaku adil, bijaksana, dermawan, dan mampu menjaga ketenteraman negara. Dapat dibaca pula, struktur kekuasaan di Jawa sangat rentan pemberontakan sehing…
Masa lalu seakan-akan terputus dari kekinian dan tidak visioner, ketika sejarawan melakukan kerja intelektual dan kreativitasnya. Akibatnya, persoalan metodologi sering menjadi sorotan dari ketidakmampuan ilmu sejarah. Bahkan secara ekstrem ada yang berpendapat bahwa sejarah sebagai ilmu hanya memiliki metode dan filsafat namun tidak memiliki metodologi dan teori. Sementara itu para sejarawan h…